Karya Ilmiah Lingkungan Bisnis
"Youtube, Ladang Pendapatan Baru"
Disusun Oleh:
Nama: Agung Krisna Wijaya
NIM: 15.01.3515
Kelas: D3.TI.01
Abstrak.
Saya memilih topik artikel mengenai freelancer, karena sekarang di Indonesia sendiri pekerjaan jenis ini mulai menunjukkan perkembangannya. Apalagi sekarang adalah jamannya Internet of Things(IoT) yang apa-apanya serba menggunakan internet. Karena berkembangnya internet di Indonesia, freelancer yang menggeluti bidang internet/komputer/grafis pun juga ikut naik jumlahnya. Bahkan saya sendiri sekarang juga sedang menyelami dunia freelancer ini. Oleh karena itu, saya ingin berbagi mengenai untung-tidaknya menjalani bisnis sebagai freelancer ini.
Isi.
image by proofhub
Bekerja dengan tidak terikat waktu, bekerja dimanapun yang kita mau, tidak stress karena terkena macet dan polusi udara, bebas berkumpul dengan keluarga, dengan gaji yang besar, tanpa ada omelan bos. Apakah anda menginginkan situasi pekerjaan yang seperti itu. Jika iya, maka saya menyarankan anda untuk bekerja sebagai freelancer.
Freelancer adalah orang yang bekerja pada suatu perusahaan tetapi tanpa adanya perjanjian jangka panjang. Pekerjaan ini bisa dilakukan oleh hampir semua kalangan masyarakat, contoh: mahasiswa, ibu rumah tangga, pelajar, dll.
Contoh-contoh dari pekerjaan freelance sendiri adalah designer, illustrator, penulis, copywriter, penyunting, proofreader, desainer, animator, arsitek, penyiar radio, pembawa acara, reporter, responden, fotografer, event organizer, konsultan pajak, motivator, penerjemah, guru bimbingan belajar, guru privat, programmer, teknisi komputer, operator komputer,surveyor, data entry, dubber, dan masih banyak lagi pekerjaan yang dapat dilakukan secara freelance.
Lalu, apa keuntungan dan kerugian menjadi freelancer ini? Mari kita simak.
Keuntungan menjadi seorang freelancer:
1. Waktu Kerja Menjadi Lebih Fleksibel.
Karena tidak terikat dengan waktu perusahaan, maka seorang freelancer bisa menentukan waktu kerjanya sendiri. Pekerjaan bisa diselesaikan di kafe, rumah, atau dimanapun dia mau. Anda juga bisa mengatur jadwal libur anda sendiri, dan tentunya anda akan bisa lebih dekat dengan keluarga.
2. Tidak Ada Tekanan dari Atasan.
Karena anda bekerja untuk anda sendiri, maka tidak ada atasan yang akan memarahi anda atau menyuruh anda melakukan sesuatu yang anda tidak suka. Jika anda tidak suka dengan pekerjaan tersebut, anda bisa mencari pekerjaan yang lain.
3. Dapat Bekerja di Beberapa Perusahaan Sekaligus.
Pekerjaan freelancer yang beragam daripada pekerjaan seorang karyawan pada perusahaan. Freelancer dapat menerima pekerjaan yang serupa dari beberapa perusahaan sekaligus. Seorang freelancer di bidang web design dapat mendesain website e-commerce, website sosial media, website portfolio, maupun website-website lainnya.
4. Pendapatan Lebih Besar.
Seorang freelancer dapat menjalankan beberapa project sekaligus, sehingga bisa mendapatkan penghasilan melebihi karyawan tetap. Hal ini tergantung kepada kreativitas, jaringan kerja, keahlian yang dimiliki, dan sumber informasi yang ia miliki. Semakin banyak informasi pekerjaan freelance yang ia terima, semakin besar peluang seorang freelancer memperoleh imbalan.
Kerugian menjadi seorang freelancer:
1. Siap-Siap Kerja pada Hari Libur.
Anda mungkin harus menerima telapon atau terpaksa megerjakan proyek Anda pada hari Minggu akibat deadline yang sudah dekat. Atau pada saat orang lain sedang rekreasi, Anda terpaksa sibuk mengerjakan proyek tersebut karena pesanan pemilik proyek. Bahkan karena tidak dibatasi jam kerja, Anda harus mengerjakan pekerjaan tersebut hingga larut malam. Bahkan tidak jarang seorang freelancer tidak tidur untuk menyelesaikan proyek mereka.
2. Frekuensi Pekerjaan Tidak Menentu.
Berbeda dengan pekerja kantoran yang menerima gaji setiap bulan, freelancer harus berjuang mencari proyek agar mendapatkan penghasilan tiap bulan.
3. Tidak Mendapatkan Asuransi Kesehatan.
Seorang freelancer tidak mendapatkan jaminan asuransi kesehatan jika sakit seperti yang otomatis diterima karyawan kantoran ketika sakit. Jika sakit mungkin saja bisa menghabiskan tabungan untuk berobat. Maka harus memiliki asuransi dari perusahaan swasta atau bisa membuat BPJS.
Referensi.
ruangfreelance


0 komentar:
Posting Komentar